Laporan Prakerin : Lumbung Pangan pada Masyarakat

Laporan Prakerin : Lumbung Pangan pada Masyarakat


Sektor Pertanian di Indonesia merupakan sektor yang paling penting, karena pada sektor ini salah satu faktor untuk Indonesia agar dapat mempertahankan ketahanan pangannya

Pertanian di Indonesia masih terus berkembang seiring berjalannya waktu, ada beberapa yang sudah menggunakan teknologi modern namun masih banyak juga yang menggunakan alat-alat tradisional untuk melakukan kegiatan Pertaniannya

Salah satu program pemerintah Indonesia yang masih berlanjut dan terus untuk dikembangkan ialah lumbung pangan masyrakat


Benar sekali sampai sekarang ini, lumbung pangan masyrakat di Desa-desa terus dikembangkan agar ketersediaan bahan pangan tercukupi serta mutu dan kualitasnya pun terjamin sehingga jumlah yang dialokasikan cukup untuk perseorangan

Memang terkadang terjadi fluktuasi atau lumbung pangan pada masyarakat ada yang tidak tercukupi seiring berkembangnya lumbung pangan dunia yang juga terus naik turun.

Disamping itu lumbung pangan masyarakat Desa di Indonesia terus dikembangkan seperti yang diinfokan oleh Kementan

DAFTAR ISI

Berdasarkan penjelasan di atas ZalrizBlog kali ini akan membagikan contoh laporan prakerin mengenai lumbung pangan pada masyarakat, bagi sobat yang sedang mengerjakan tugas prakerin maupun makalah admin akan bagikan disini

Untuk lebih jelas seperti apa contoh laporan prakerin lumbung pangan pada masyarakat sobat dapt lihat contohnya di bawah ini :

Lumbung Pangan pada Masyarakat Desa


Preview Laporan Prakerin


BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang


Lumbung pangan masyarakat (LPM) merupakan kegiatan dalam rangka meningkatkan kemampuan (Poktan) kolompok tani di wilayah sentra produksi tani untuk pengelolahan cadangan pangan agar mampu menyediakan cadangan pangan bagi kebutuhan anggotanya  di saat menghadapi paceklik.

Pangan adalah sebagai kebutuhan manusia sangat menentukan kelangsungan hidup rakyat. Ketidak cukupan pangan berpontesi menguncang stablitas sosial juga ketahanan nasional. Indonesia terkenal dengan sebutan negara agaris yg memliliki pontesi sumberdaya alam yang berkeneragaman namun Indonesia justru menghadapi masalah serius dalam dalam hal pangan yang merupakan kebutuhan pokok semua orang.

Masalah pangan dapat berupa kelebihan pangan, kekurangan pangan, ketidakmampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangan dan keadaan darurat. Salah satu masalah yang dihadapi Indonesia adalah rawan pangan atau kekurangan pangan yang sangat berkaitan dengan kemiskinan. Salah satu fokus pembangunan pada saat ini diarahkan pada penanganan masalah kerawanan pangan dan kemiskinan dengan jalan meningkatkan ketahanan pangan.

Menurut undang-undang No. 7 tahun 1996. Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup. Baik jumlahnya maupun mutunya. Aman merata dan terjangkau. Ketersediaan pangan dapat dipenuhi dari tiga sumber yaitu : (1) Kemampuan  produksi dalam energi (2) Impor pangan dan (3) Pengolahan cadangan pangan (DKP 2006). Fungsi dari cadangan pangan untuk mengantisipasi masalah pangan.

B. Tujuan


  1. Untuk dapat mengetahui jenis lumbung pangan yang ada dalam masyarakat. 
  2. Untuk mengetahui jenis lumbung pangan yang paling dominan wilayah BPP Waled.

BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil


Pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus di penuhi setiap saat. Adapun pangan yang menjadi lumbung di daerah wilayah BPP Waled yaitu padi, sayuran, umbi-umbian dan buah-buahan.

Padi menjadi lumbung pangan terbanyak. Untuk sayuran terdiri dari bayam, kangkung, dan cabai. Untuk buah-buahan yaitu Jambu, Papaya dan Mangga

B. Pembahasan


Pengertian Lumbung Pangan


Menurut UU no. 7 Tahun 1996


Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau.

Menurut UU no. 18 Tahun 2012


Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan


Berdasarkan hasil prakerin dan pembahasan maka dapat disimpulkan :
  1. Pengertian dan Manfaat Lumbung Pangan Masyarakat
  • Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau.
  • Cadangan Pangan
  • Penanggulan Bencana Alam dan Kelaparan dilingkungan Masayarakat.

B. Saran


Seharusnya program Lumbung Pangan Masyarakat harus terus dilaksanakan disetiap kelompok tani dan masyarakat pedesaan untuk menunjang ketahanan pangan mulai dari tingkat petani, Pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi sesuai dengan instruksi dari Pemerintah pusat.


Demikian sobat ZalrizBlog contoh makalah laporan prakerin lumbung pangan pada masyarakat desa yang dibagikan semoga bermanfaat buat sobat yang sedang mengerjakan tugas di sekolahnya maupun sedang mengerjakan tugas akhirnya, terima kasihđź‘€

Laporan Prakerin : Pengendalian Hama pada Tanaman Tebu

Laporan Prakerin : Pengendalian Hama pada Tanaman Tebu

Tanaman Tebu adalah tanaman yang sangat penting di Indonesia, di mana tanaman ini merupakan perkebunan satu musim serta mempunyai sifat tersendiri karena uniknya tanaman tebu ini di dalam batangnya terdapat zat gula.

Memang benar Tanaman Tebu adalah penghasil gula terutama di negara Indonesia ini yang memang iklim atau cuacanya sangat cocok untuk perkebunan Tebu.

Bibit Tebu yang bagus ialah bibit yang sudah bercukup umur perkiraan sekitar 5-6 bulan. Tanaman yang batangnya tumbuh tinggi, kurus, tidak bercabang serta tumbuh tegak ini sampai sekarang masih menjadi salah satu andalan Indonesia produksi gula yang masih terus dikembangkan

Adapun untuk cara pemeliharaannya, tanaman yang merupakan satu musim ini juga perlu diperhatikan karena pasti ada saja hama maupun penyakit yang akan menyerang tanaman Tebu ini.

Pada kesempatan kali ini, ZalrizBlog akan membagikan sebuah contoh laporan prakerin mengenai bagaimana penanganan dan pengendalian hama pada tanaman Tebu


Nah untuk lebih jelas seperti apa contoh laporan prakerin pengendalian hama pada tanaman tebu ini yuk lihat contohnya di bawah ini

Daftar Isi

Contoh Laporan Prakerin Pengendalian Hama Tebu


KATA PENGANTAR


Puji syukur semoga selalu terpanjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan limpaham rohmat dan hidayahNya kepada kita semua sehingga saya dapat menyelesaikan kegiatan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) di BPP (Balai Penyuluh Pertanian) Waled.

Dalam penyusunan laporan ini,tentu tak lepas dari bimbingan, pengarahan, saran, dan motivasi dari berbagai pihak. Maka saya ucapkan rasa hormat dan terima kasih kepada semuah pihak yang telah membantu. Pihak-pihak yang terkait itu diantaranya sebagai berikut :
  1. Opa Sopiana, S.Pd. Selaku kepala sekolah SMK AN-NUUR Pasaleman 
  2. Ibu Miesce Amellia, S.P. Selaku kaprog dan pelaksana prakerin SMK AN-NUUR Pasaleman
  3. Ibu Siti Kholisna, S.Pd. Selaku pembimbing Akademik yang telah membimbing kami selama Prakerin
  4. Bapak Hentiyo, A.md Selaku kepala BPP Waled 
  5. Bapak Khaerul Anwar, Sp. Selaku Pembimbing BPP Waled
  6. Bapak/Ibu Guru SMK AN-NUUR Pasaleman yang telah mendukung kami dalam pelaksanaan Prakerin 
  7. Staf dan Karyawan BPP Waled yang telah membantu pelaksanaan prakerin
  8. Kedua orang tua yang slalu mendo'akan saya
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan nya, oleh karna itu saya mohon maaf atas segala kekurangannya. Harapan saya semoga laporan yang telah saya susun bisa bermanfaat bagi semua pihak.

Pasaleman

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Tebu adalah tanaman yang sering ditemui di Indonesia, tebu ditanam untuk bahan baku gula dan vetsin. Gula yang dihasilkan dari tebu merupakan satu dari sembilan bahan pokok yang menempati kedudukan yang penting dalam kehidupan masyarakat. Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah beriklim tropis oleh karena itu di indonesia yang beriklim tropis tebu dapat tumbuh subur dan baik. Tanaman tebu termasuk kedalam jenis rumput-rumputan. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun untuk dapat dipanen hasilnya. Di Indonesia tebu umumnya banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatra.

Tebu termasuk salah satu komoditas yang cukup strategis dan memegang peranan penting di sektor pertanian khususnya sub sektor perkebunan di Indonesia seperti komoditas gula. Komoditas gula kini dapat disejajarkan dengan tanaman pangan lain terkait dengan penyediaannya. Gula merupakan kebutuhan pokok rakyat yang cukup strategis, yaitu sebagai bahan pangan sumber kalori yang menempati urutan industri pengolahan makanan dan minuman. Sebagai salah satu sumber bahan pemanis utama, gula telah digunakan secara luas dan dominan baik untuk keperluan konsumsi rumah tangga maupun bahan baku industri pangan. 

Realita ini terjadi karena di satu sisi gula mengandung kalori sehingga dapat menjadi alternatif sumber energi dan di sisi lain gula digunakan sebagai bahan pengawet dan tidak membahayakan kesehatan pemakainya. Kebutuhan gula di Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun dan belum mampu dipenuhi hingga saat ini. Salah satu kendala dalam budidaya tebu adalah adanya serangan berbagai jenis hama disepanjang pertumbuhan tanaman. Serangan hama pada tanaman tebu merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan produktivitas.

1.2 Tujuan

  1. Agar dapat mengetahui jenis – jenis hama yang sering menyerang tanaman tebu.
  2. Agar dapat mengetahui gejala-gejala yang disebabkan oleh hama pada tanaman tebu.
  3. Agar dapat mengetahui cara pengendalian hama pada tanaman tebu.

BAB II PROFIL INSTANSI


2.1 Profil Lembaga


A. Sejarah BPP Waled

Penggunaan nama BP3K Waled dimulai pada tahun 2010 yang merupakan perpanjangan dari BP4K (Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan) kabupaten Cirebon. BP3K merupakan metamorfosa dari BPP (Balai Penyuluh Pertanian) yang dimulai sejak tahun 1976 yang merupakan awal tonggak berdirinya penyuluhan

B. Riwayat Pimpinan BPP Waled

Berikut adalah nama BPP-BP3K Waled dari awal berdiri :
  1. Tahun 1979 : Didi Supriadi, BSc(BPP)
  2. Tahun 1979 : Maftuhi, BSc(BPP)
  3. Tahun 1984 : Sumar Harharjo, A.Md(BPP)
  4. Tahun 2002 : Slamet Suanan, A.Md(BPP)
  5. Tahun 2010 : Zaenal Arifin, A.Md(BPP)
  6. Tahun 2012 : Nana Supriatna, A.Md(BPP)
  7. Tahun 2017 - sekarang : Hentiyo, A.Md(BPP)

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1 Hasil

Berdasarkan hasil prakerin yang saya lakukan di temukan beberapa tanaman hama pada tebu. Ada 43 jenis hama (serangga dan bukan serangga) yang menyerang tanaman tebu. Namun hama yang sering dijumpai pada pertanaman tebu di Indonesia khususnya pada daerah wilayah BPP Waled yaitu penggerek pucuk, penggerek batang, kutu bulu putih, dan uret.

Gejala yang ditimbulkan oleh hama itu bermacam-macam seperti tanaman yang terkena hama menjadi layu dan mati, daun menguning kemudian kering, bagian pangkal terdapat luka, adanya koloni daun pada helaian daun. Adapun cara pengendalian yang dapat dilakukan yaitu dengan cara manual, mekanis dan kultur teknis.

3.2 Pembahasan


A. Jenis Hama 

  1. Penggerek pucuk merupakan penggerek yang paling utama penyebab mati puser dibandingkan penggerek lainnya. Serangan penggerek menyebabkan mati puser pada tanaman muda dan tua. Tanda serangan hama penggerek ini terlihat dari aktivitas ulat pada helaian daun dibandingkan dengan bagian batang.
  2. Penggerek batang merupakan kelompok hama yang menyerang batang, kerusakan yang disebabkan oleh penggerek batang tidak dirasakan oleh petani. Secara fisik kerusakan tanaman tidak nampak dan tanaman tetap terlihat tumbuh normal.
  3. Kutu bulu putih merupakan salah satu hama penting. Kutu bulu putih terdapat pada permukaan bawah daun tebu, mengisap cairan daun sehingga daun menjadi kering. Kutu bulu putih merupakan hama potensial yang populasinya dapat meningkat pada saat kondisi lingkungan sekitar mendukung perkembangan hama ini. Serangan berat dapat dapat menurunkan produksi gula sebesar 40%. Oleh karena itu diperlukan aktivitas monitoring hama ini secara intensif.
  4. Uret merupakan salah satu hama paling di waspadai petani segala upaya telah dilakukan untuk mengendalikan hama yang mematikan tanaman tebu tersebut, akan tetapi keberadaannya belum juga dapat dikendalikan. Ada dugaan bahwa hama ini masih tetap ada di lahan sehingga ia menjadi sulit dikendalikan.

B. Gejala yang disebabkan Oleh Hama

  1. Penggerek pucuk (Scirpophaga excerptalis Walker) Gejala : Serangan dapat dimulai dari tunas umur 2 minggu sampai tanaman dewasa. Menyerang melalui tulang daun pupus dengan membuat lorong gerek menuju ke bagian tengah pucuk tanaman sampai ruas muda, merusak titik tumbuh dan tanaman menjadi mati.
  2. Penggerek batang (Chilo auricilius Dudgeon) Gejala : Serangan biasanya dijumpai pada tanaman tebu berumur 5 bulan ke atas. Bercak-bercak tampak transparan berbentuk bulat  oval di daun. Ulat masuk lewat pelepah dan batang tanaman tebu, kadang menyebabkan mati puser. Lubang gerek di dalam batang lurus, lubang keluar batang bulat. Kadang gerekan mengenai mata tunas. Serangan ruas 20% menyebabkan penurunan hasil gula sekurang-kurang 10%.
  3. Kutu bulu putih (Ceratovacuna lanigera Zehntner) Gejala: Kutu menyerang helaian daun bagian bawah, berkoloni, kutu berwarna putih berada di kanan kiri ibu tulang daun.  Helai daun permukaan atas tertutup lapisan jamur seperti jelaga.  Serangan berat daun menjadi kuning dan mongering terjadi di awal atau akhir musim hujan. Kutu ini dapat menyebabkan kerugian gula 2,6 ton/ha dan penurunan rendemen dari 12% menjadi 8%.
  4. Uret (Lepidiota stigma, Hollotrichia sp, Leucopholis sp, dan Anomala sp) Gejala : Uret yang banyak dijumpai jenis Lepidiota stigma. Tanaman yang terserang uret akan layu, daun menguning kemudian menjadi kering. Bagian pangkal batang tanaman terdapat luka atau kerusakan bekas digerek dan akar-akarnya dimakan uret. Serangan berat menyebabkan tanaman mudah roboh dan mudah dicabut. Kerusakan akar terutama disebabkan oleh uret instar 3.  Apabila dijumpai 3 ekor uret per rumpun makin besar kerusakannya. Populasi 3-4 ekor per rumpun dinilai secara ekonomi merugikan.

C. Pengendalian Hama

  1. Pengendalian serangan hama penggerek pucuk. Pengendalian mekanis, yaitu pengendalian mekanis dapat langsung dilakukan pada saat melakukan pengamatan di kebun yaitu dengan memungut  atau mengambil  telur atau kelompok telur. Pengendalian kultur teknis atau budidaya, dapat dilakukan dengan cara penggunaan bibit unggul, penanaman serentak, rotasi tanaman, dan lain-lain.
  2. Pengendalian serangan hama penggerek batang. Dengan penanaman varietas tebu yang tahan / toleran terhadap serangan penggerek biasanya memiliki ciri daunnya yang tegak, berbulu, pelepah daun sulit di klentek, kulit batang keras. Secara fisik mekanis, dengan rogesan yaitu dengan memotong semua pucuk tanaman yang ada tanda-tanda serangan. Pemotongan diusahakan kena ulatnya, tetapi tidak sampai merusak titik tumbuh. Rogesan diulangi setiap 2 minggu dan dapat diakhiri jika tanaman sudah cukup tinggi (umur 5 sampai 6 bulan). Secara kultur teknis, dengan sanitasi lingkungan dari berbagai gulma yang bisa merupakan inang alternative (misal: gelagah/tebu liar, dan gulma).
  3. Pengendalian serangan hama kutu bulu putih. Mekanis, daun – daun yang terserang dipotong, di masukkan kedalam kantong plastic dan dibawa keluar untuk kemudian dibakar. Dapat pula dilakukan dengan mengulas daun yang terserang dengan kain basah atau tanah.
  4. Pengendalian serangan hama uret. Secara manual, dapat dilakukan dengan cara pengumpulan uret pada saat pengolahan tanah dan penangkapan kumbang saat terbang dengan cara jebakan lampu. Secara mekanis, pembuatan lubang tanah yang di isi dengan bahan organik (kompos) dapat digunakan sebagai perangkap untuk menarik imago. Secara kultur teknis, dengan rotasi tanaman dengan tanaman bukan inang (kedelai / padi sawah) untuk memutus siklus uret, tanam serempak, sanitasi lahan yaitu membersihkan sisa-sisa tanaman dan gulma, membajak dan menggaru lahan dua kali sebelum tanam agar uret terpapar sinar matahari.

BAB IV PENUTUP


4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil prakerin dan pembahasan maka dapat disimpulkan :
1. Hama pada tanaman tebu terdiri dari
  • Hama penggerek pucuk 
  • Hama penggerek batang
  • Hama kutu bulu putih
  • Hama uret
2. Gejala pada tanaman tebu yang terkena hama yaitu misal :
  • Penggerek pucuk gejalanya serangan dapat dimulai dari tunas umur 2 minggu sampai tanaman dewasa.
  • Penggerek batang gejalanya serangan biasanya dijumpai pada tanaman tebu berumur 5 bulan ke atas.
  • Kutu bulu putih gejalanya kutu menyerang helaian daun bagian bawah,berkoloni, kutu berwarna putih berada di kanan kiri ibu tulang daun.
  • Uret gejalanya tanaman yang terserang uret akan layu, daun menguning kemudian menjadi kering.
3. Pengendalian bisa di lakukan dengan berbagai macam cara yaitu :
  • Penggerek pucuk bisa dilakukan dengan cara mekanis dan kultur teknis
  • Penggerek batang dilakukan secara fisik teknis dan kultur teknis
  • Kutu bulu putih dengan cara mekanis
  • Uret dilakukan secara manual dan kultur teknis

4.2 Saran

Seharusnya petani tebu senantiasa merawat tanamannya dengan baik agar dapat menghasilkan produksi yang baik. Perawatan ini yaitu dengan rutin dalam pemberian pestisida tetapi tidak dalam dosis yang besar dengan tujuan untuk mencegah hama dalam tanaman tebu.

Apabila perawatan tanaman tebu dilakukan dengan benar akan membuat hasil produksi tanaman tebu tidak akan menurun bahkan bisa meningkat.

Demikian sobat ZalrizBlog contoh laporan prakerin tentang pengendalian hama pada tanaman tebu, apabila sobat membutuhkan file dalam bentuk word dapat lihat link di atas semoga bermanfaat, jangan lupa shaređź‘€
Laporan Prakerin : Program KRPL pada Kelompok Tani

Laporan Prakerin : Program KRPL pada Kelompok Tani

Ada yang sudah tau apa itu KRPL? atau sobat pernah dengar istilah atau singkatan itu yang berada di desa maupun kota? betul, singkatan ini adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah desa atau kelurahan di mana kegiatannya ini biasanya berkaitan dengan program pertanian

Lalu apa sih itu KRPL? apa hubungannya dengan kegiatan pertanian yang ada di desa maupun kelurahan? mungkin sebagian orang sudah tahu dengan kegiatan ini, di mana yang bertujuan agar berkembangnya masyarakat dalam mengelola lingkungan sekitar


Program KRPL merupakan salah satu program Kementerian Pertanian dalam rangka optimalisasi lahan pekarangan yang ramah lingkungan dalam suatu kawasan

Kawasan rumah dapat diwujudkan dalam satu wilayah antara lain wilayah Rukun Tetangga (RT), beberapa RT, wilayah Rukun Warga (RW), wilayah dusun/pedukuhan atau wilayah desa/kelurahan. 

Di dalam kawasan termasuk juga keberadaan pagar lingkungan rumah, jalan desa, lahan terbuka hijau dan fasilitas umum lainnya yang ada di wilayah tersebut

Sasaran yang ingin dicapai KRPL ini adalah berkembangnya kemampuan keluarga dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi secara lestari, menuju keluarga dan masyarakat yang mandiri dan sejahtera

Nah, pada kesempatan kali ini ZalrizBlog akan memberikan sebuah contoh kegiatan KRPL ini yang sudah di rangkum ke dalam bentuk laporan prakerin


Laporan prakerin ini dilakukan oleh siswa maupun mahasiswa pertanian untuk memenuhi tugas dari sekolah serta mengedukasi masyarakat yang sudah menjadi target tujuan kegiatan tersebut 

Di mana  konsepnya hanya pemanfaatan lahan pekarangan, namun termasuk konsep kemandirian pangan, diversifikasi pangan berbasis sumber pangan lokal, pelestarian sumber daya genetik pangan dan kebun bibit

Oke langsung aja nih buat sobat yang sedang menyusun laporan prakerinnya admin akan membagikan contoh laporan prakerin program KRPL pada kelompok tani di bawah ini :

Contoh Laporan Prakerin Program KRPL


KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah swt, karena berkat Rahmat dan Hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Prakerin ini dengan judul "(Program KRPL pada Kelompok Wanita Tani "Mekar Tani" Desa Cibogo Kecamatan Waled)" yang disusun dalam rangka sebagai salah satu syarat untuk mengikuti uji kompetensi 

Penyusunan laporan ini tidak terlepas dari bimbingan dan bantuan berbagai pihak baik langsung maupun tidak langsung. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

  1. Ibu Siti Kholisna., S.Pd. Sebagai Pembimbing I
  2. Bapak Sueb,. SP. Sebagai Pembimbing II
  3. Bapak Wawan Hadiyanto., S.Pt. Sebagai Pembimbing Instruktur
  4. Bapak Hentiyo., A.Md, Sebagai Pimpinan DU/DI
  5. Bapak Opa Sopiana, S.Pd., Kepala Sekolah SMK An-Nuur Pasaleman
  6. Kedua Orang Tua yang telah memberi suport baik materil maupun moril, adikku tersayang, serta belahan hatiku yang senan tiasa mendoakan.
  7. Semua Pihak yang ikut andil dalam penyelesain penyusunan Laporan Prakerin ini.

Penulis menyadari dalam penulisan laporan ini masih jauh dari sempurna.  Semoga Laporan ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Penulis juga mengharapkan saran dan krirtik dari pembaca yang sifatnya membangun.
Pasaleman, Agustus 2020

Penulis

BAB I PENDAHULUAN


A. Latar Belakang


Praktek kerja industri (PRAKERIN) adalah suatu bentuk penyelenggaraan kegiatan dari sekolah yang memandukan secara sistematik dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dan program pengusahaan yang di peroleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja untuk mencapai suatu tingkat keahlian yang professional.dimana keahlian professional tersebut hanya dapat di bentuk oleh siswa/i yang mau belajar dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan praktek/kerja di lapangan. 

Pada saat ini sekolah kami di tuntut untuk belajar memahami teori selama KBM dengan praktek kerja lapangan oleh karena itu, sesuai dengan kurikulum yang di terapkan di sekolah-sekolah pada umumnya terutama di sekolah SMK an-nuur Pasaleman pada semester dua ini kelas Xll diwajibkan untuk mengikuti praktek kerja industri (prakerin) dimana dengan adanya prakerin ini para siswa bisa memperoleh pengalaman tentang dunia kerja.

Kegiatan PKL ini juga merupakan salah satu persyaratan di SMK dan begitu juga di SMK an-nuur Pasaleman, agar siswa dapat membandingkan antara materi di sekolah dengan dunia kerja. Saya pribadi siswa smk an-nuur pasaleman,melakukan kegiatan prakerin di Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BPP) Kecamatan Waled kabupaten Cirebon. 

Pada kegiatan prakerin saya melakukan berbagai kegiatan tentang budidaya tanaman tebu dari mulai pengolahan sampai menjadi produk gula. Akan tetapi disinih saya  mengambil “kegiatan di Waled”.

B. Tujuan Penulisan


1. Memenuhi tugas Prakerin
2. Sebagai bahan pertimbangan serta manfaat untuk pemerintah setempat
3. Untuk mencapai berkembangnya kemampuan masyrakat dalam memenuhi kebutuhan pangan

BAB II PROFIL INSTANSI


A. Wilayah Kerja BPP Waled


Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Waled meliputi 3 Kecamatan, yaitu Kecamatan Waled, Kecamatan Pasaleman dan Kecamatan Pabuaran dengan batas wilayah, disebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Babakan, sebelah barat dengan Kecamatan Karangwareng, sebelah timur dengan Kecamatan Ciledug dan disebelah selatan  dengan Kab. Kuningan,

Wilayah binaan  BPP Waled terbagi kedalam 14 Wilbin yang meliputi 26 desa di tiga Kecamatan, yaitu sebagai berikut.

Tabel 1. Nama Wilayah Binaan dan Penyuluh Pertanian di Wilayah  BPP Waled Tahun 2015
No Kecamatan Wilbin Desa Penyuluh
1 Waled Waled Kota Waled Kota Khairil Anwar, SP


Waled Desa

Ciuyah Ciuyah Giri Widi Resna


Cisaat Cisaat Sueb, SP



Cibogo

Cikulak Cikulak Rohasan


Cikulak Kidul


Waled Asem Waled Asem Rohasan


Gunung Sari Gunung Sari Wawan Hadiyanto, S.P.t



Mekarsari


Ambit/Karangsari Karangsari Acum Kasum, SP



Ambit
2 Pasaleman Cilengkrang Cilengkrang M. Iqbal, SP



Cilengkrang Girang

Pasaleman PasalemanEuis Rohmah, Amd


Cigobang Wangi


Cigobang

Tonjong Tanjung Anom Iwan Setiawan, SP

Tonjong
3 Pabuaran JatirenggangJatirenggang Amat

Sukadana Sukadana Asep Kiki N.


Pabuaran Kidul

Pabuaran Lor Pabuaran Lor Haerudin, SP

Pabuaran Wetan

Hulubanteng Hulubanteng Mukhlasin, SP

Hulubanteng Lor
4 Penyuluh Kehutanan BPP Waled BPP Waled Abdul Mutholib

Nah, untuk kelanjutan isi dari laporan prakerin program KRPL pada kelompok tani ini sobat dapat lihat pada dokumen PDF di bawah ini, selain itu sobat juga dapat download contoh laporan prakerin ini dalam bentuk Word pada tombol link di bawahnya


Untuk download contoh laporan prakerin program KRPL dalam bentuk word atau dokumen sobat dapat klik link di atas

Nah sobat, itulah contoh laporan prakerin program KRPL pada kelompok tani yang dapat ZalrizBlog bagikan semoga dapat membantu untuk sobat yang sedang mengerjakan tugas sebagai bahan referensi pada laporannya, terima kasih semoga bermanfaatđź‘€
Budidaya Adenium (Kamboja Jepang) dan Cara Pemeliharaannya

Budidaya Adenium (Kamboja Jepang) dan Cara Pemeliharaannya


Budidaya Adenium (Kamboja Jepang) dan Cara Pemeliharaannya. Adenium atau biasanya apabila disebut bunga kamboja merupakan tanaman hias yang cukup banyak peminatnya dan sudah tinggi tingkat penjualannya karena memang bunganya yang cantik dan indah

Adenium atau kamboja jepang (nama kamboja jepang sendiri sebenarnya cukup menyesatkan, karena sering diidentikkan dengan kamboja yang sering ditemukan pada areal pemakaman sedangkan embel-embel kata jepang seakan-akan bunga ini berasal dari jepang


Padahal Adenium berasal dari Asia Barat dan Afrika, tepatnya dari daerah gurun pasir yang kering, mulai dari daratan Asia Barat sampai Afrika.

Pada kesempatan sekarang ZalrizBlog akan membagikan artikel dan sedikit tips mengenai Budidaya Adenium dan cara pemeliharaannya


Sebelum ke pembahasan cara budidayanya alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu klasifikasi dari tanaman Adenium ini

Klasifikasi Tanaman Adenium


Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Gentianales
Famili : Apocynaceae
Genus : Adenium
Spesies : A. obesum

Cara Pemeliharaan

Adenium merupakan tanaman sukulen yang berasal dari daerah tropis, Adenium akan mati pada saat terjadi kombinasi dari keadaan dingin dan basah ataupun dengan terlalu banyak menyiram pada media yang lengket dan drainase yang tidak bagus

Namun keadaan dingin ini (di bawah 10 derajat celsius) tidak dijumpai disetiap wilayah Indonesia kecuali pegunungan sehingga tanaman ini dapat lebih cepat tumbuh dengan mendapatkan panas yang cukup serta air yang cukup pula

Media Tanam

Adenium membutuhkan media yang cukup udara dan mampu untuk menahan kelembapan agar pertumbuhannya maksimal

Cara pemupukan juga perlu diperhatikan apakah akan secara siram (dilarutkan dalam air siraman) atau dengan dicampur ke media atau letakkan diatas media 

Bahan Dasar yang Digunakan

  1. Pasir Malang
  2. Pasir Bangunan
  3. Sekam Mentah
  4. Sekam Bakar
  5. Cocopeat
  6. Batu Apung
  7. Pupuk Kandang
  8. Pupuk Kompos



Komposisi Media Adenium

Komposisi 1 : terdiri dari pasir malang, sekam bakar, sekam mentah, pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1

Komposisi 2 : terdiri dari pasir bangunan, sekam bakar, sekam mentah, pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1

Komposisi 3 terdiri dari pasir malang atau batu apung, sekam bakar, pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 2:2:1

Masih banyak komposisi media tanaman Adenium ini yang terpenting ialah pourous dan tidak terlalu mengikat air terlalu lama, Adenium tidak baik dengan media terlalu mengikat banyak air usahakan menggunakan media yang berongga.

Pot/ Wadah Tanam

Segala macam pot dapat dipakai, usahakan tidak menggunakan dari bahan keramik karena bisa memungkinakan mengalami pecah

Lubang drainase harus besar, usahakan untuk menjamin tidak adanya penyumbatan air yang berakibat fatal

Pengairan/Penyiraman

Seberapa banyak Adenium disiram tergantung pada dari masa tumbuh Adenium tersebut. Jangan biarkan media sampai kering pada saat tanaman sedang tumbuh (terlihat ada bakal daun yang tumbuh membesar), bahkan pada saat tumbuh dapat disiram setiap hari asal media dan drainase bagus

Lain hal saat pertumbuhan berhenti pada saat tidak ada bakal daun baru media harus dibiarkan mengering sebelum dilakukan penyiraman berikutnya agar bonggo tanaman ini tidak mengerut

Lingkungan

  1. Suhu, Adenium menyukai suhu panas sedang seperti di daerah tropis(30-35 derajat celcius). Namun, semakin panas akan mengakibatkan bunga berumur pendek atau cepat layu. Suhu yang dingin pada malam hari (di bawah 10 derajat celcius) akan meyebabkan adenium berhenti tumbuh
  2. Kelembaban, kelembaban yang tinggi sangat disukai adenium. Saat musim hujan adalah saat di mana kelembaban tinggi, tapi adenium harus terlindungi dari curahan hujan agar sesuai dengan kebutuhan airnya. Untuk itu, rumah kaca akan sangat membantu. Namun jika budget terbatas, dapat pula digunakan plastik transparan untuk menutupi curahan hujan tanpa menghalangi sinar matahari yang masuk. Warna bunga akan kurang keluar jika keadaan lingkungan terlalu kering. 
  3. Sinar Matahari, sinar matahari penuh akan disukai oleh adenium terutama saat kelembaban tinggi. Namun hati-hati dengan bonggol yang terekspos terik matahari karena dapat terbakar. Seringkali para pembiak menggunakan koran bekas untuk membungkus bonggol yang berada di permukaan agar tidak tersengat terik matahari. Agar dapat berbunga dengan baik, kebanyakan adenium butuh paling tidak 4-5 jam cahaya matahari langsung
  4. Hujan, sedikit terkena hujan akan baik bagi adenium. Saat hujan terlalu banyak menerpa, maka hujan harus dihalangi misalnya dengan atap plastik transparan. Hujan yang terlalu banyak, apalagi dikombinasi dengan suhu yang dingin dapat menyebabkan bonggol membusuk
  5. Pemupukan, Kuncinya adalah sedikit dan sering. Jika adenium mendapat kondisi yang ideal, maka dia dapat tumbuh dengan sangat cepat. Namun jika terlalu banyak pupuk, maka adenium akan mati. Untuk yang tidak suka repot, cukup tambahkan pupuk untuk kaktus ataupun pupuk kandang yang merupakan slow release fertilizer, sehingga tak akan membunuh adenium. Pupuk kimia biasa seperti urea, KCL, TSP dapat pula digunakan karena harganya yang lebih murah, namun dosisnya harus sangat diperhatikan karena sangat mudah untuk menjadi kebanyakan. Biasanya pupuk kimia ini dilarutkan dalam air siraman agar penyerapan jadi merata dan optimal. Jenis pupuk disesuaikan dengan kebutuhan. Kombinasi yang pas membutuhkan coba-coba disesuaikan dengan keadaan media, tingkat pertumbuhan, dan stressing (untuk pertumbuhan atau untuk pembungaan). 
  6. Pemangkasan, Adenium yang batangnya sudah terlalu panjang haruslah dipangkas. Tak perlu takut tanaman akan mati jika tanpa daun, karena adenium sudah punya cadangan makanan di bonggolnya untuk dapat bertahan hidup. Pemangkasan ini berguna untuk menyegarkan kembali agar tampak lebih indah. Agar adenium bercabang lebih dari satu, maka pemangkasan dilakukan saat adenium sedang tumbuh (bukan masa dorman). Jika waktunya salah, maka adenium tidak akan bercabang banyak, melainkan hanya tumbuh satu tunas saja. Setelah beberapa minggu tunas baru akan muncul, jadi haruslah sabar dan jangan terlalu banyak menyirami. Pemangkasan ini juga berfungsi memacu pembungaan yang banyak. Biasanya, bunga yang banyak akan tumbuh setelah 3 bulan sebelumnya dipangkas dan diberi stressing pada pembungaan

Cara Perbanyakan

  1. Biji/benih
  2. Sambung
  3. Stek
  4. Cangkok

Cara Menyilang

    1. Pilih bunga yang sudah tua (umur 4 hari) untuk diambil serbuk sari-nya.
    2. Gunakan kuas ataupun cottonbud yang basah untuk mengambil serbuk sari. Jika perlu sobek sebagian bunga agar serbuk sari yang berwarna kuning tersebut kelihatan.
    3. Pilih bunga yang segar (umur 2 hari) untuk indukan betina.
    4. Buka bagian tengah bunga sampai kelihatan putiknya. Putik bunga berwarna putih kehijauan dan sedikit lengket.
    5. Oleskan serbuk sari pada putik tersebut.
    6. Setelah 4 hari bunga akan gugur dan akan muncul buah berbentuk polong

    Cara Menyambung/Grafting

      1. Potong batang bawah berbentuk V.
      2. Potong batang atas berbentuk V, kebalikan dari batang bawah.
      3. Masukkan batang atas ke batang bawah di potongan yang telah dibuat.
      4. Cocokkan kambium di batang atas dan si batang bawah di salah satu sisi. Sebenarnya pencocokan di kedua sisi lebih baik, tapi besar batang atas dan batang bawah haru s sama.
      5. Sambungan ditali dengan tali plastik seerat mungkin.
      6. Lindungi sambungan tersebut dari air dengan cara menutupinya dengan plastik transparan.
      7. Setelah sambungan menyatu dengan baik (sekitar 1 bulan) lepaskan ikatannya.

      Menyelamatkan Akar Membusuk

        1. Gunakan media yang porous.
        2. Lubang drainase harus lancar.
        3. Jika adenium sedang bukan dalam masa tumbuh aktif, maka media harus dibiarkan sedikit mengering sebelum dilakukan penyiraman berikutnya.
        4. Catatan: seringnya menyirami tergantung berbagai faktor seperti: adenium sedang aktif tumbuh atau tidak, umur adenium, besar adenium, daya dari media untuk menahan air, dan besarnya pot. Jadi, adenium dapat disirami tiap hari, dua hari sekali, tiga hari sekali, berbeda-beda menurut kebutuhan dari masing-masing tanaman



        Demikian artikel yang dapat ZalrizBlog bagikan mengenai budidaya Adenium dan cara pemeliharaannya, apabila artikel ini bermanfaat bagi kalian jangan lupa share ya, terima kasihđź‘€
        Makalah Atletik Anak Usia Dini

        Makalah Atletik Anak Usia Dini

        Makanan sehari hari bagi mahasiswa jika waktu kuliah aktif adalah makalah. Jangankan mahasiswa, bagi pelajar yang sudah sekolah menengah ataupun kesehariannya juga digeluti oleh makalah. Untuk pemula, pastinya tidak mudah bukan untuk membuat makalah dengan berbagai macam mata pelajaran.
        Nah, kawan-kawan di sini saya akan membagikan sedikit tentang makalah atletik pada anak usia dini oke langsung aja ini dia contoh makalahnya :

        BAB I
        PENDAHULUAN


        A.  Latar Belakang

        Olahraga adalah merupakan sebuah proses kegiatan yang sistematis untuk mendorong membina serta mengembangkan potensi jasmani, rohani dan sosial. Olahraga merupakan sebuah wadah bagi manusia untuk mengeksplorasi pengalaman geraknya dengan olahraga individu akan menjadi bugar serta kualitas hidup menjadi lebih baik tak terkecuali pada anak usia dini sekalipun mereka juga sedini mungkin harus diperkenalkan oleh aktivitas olahraga atau aktivitas jasmani walaupun itu hanya olahraga yang sifat nya tidak terstruktur seperi jalan, bersepeda, bermain lompat tali dan berlari-larian dengan melakukan aktivitas gerak seperti itu motorik anak akan lebih baik serta tumbuh kembang mereka menjadi optimal.
        Pada usia kanak-kanak misalnya anak cenderung melakukan sebuah aktivitas-aktivitas jasmani walaupun itu masih terlihat sangat sederhana contohnya seperti bermain yang didalam bermain tersebut melibatkan aktivitas-aktivitas jasmani seperti berjalan,berlari, melompat dan meloncat tanpa mereka sadari aktivitas tersebut menunjukan seberapa baik kualitas pertumbuhan gerak jasmani mereka karena setiap anak mempunyai kualitas gerak yang berbeda-beda sesuai dengan usia dan pertumbuhan mereka untuk itu selaku orang tua dan guru penjas khususnya harus jeli melihat perkembangan gerak anak tersebut, sehingga mulai dari sedini mungkin, anak sudah mulai diperkenalkan sedikit demi sedikit dengan beberapa cabang olahraga yang nantinya akan mereka pilih sesuai dengan minat dan bakatnya. Dalam hal ini juga anak tidak dapat dipaksakan dalam memilih cabang olahraga yang mereka senangi, untuk itu selaku orang tua, guru dan pelatih hendaknya memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk memilih cabang olahraga yang diminatinya kelak serta tidak membatasi kebebasan gerak anak tersebut untuk selalu beraktivitas dan berkreativitas, karena pada dasarnya masa kanak-kanak adalah masa dimana anak tersebut mencoba mengeksplorasi gerak serta pengetahuan mereka.

        B.  Rumusan Masalah

        1.      Apa saja karakteristik anak usia dini?
        2.      Apa konsep dasar, nilai-nilai, dan falsafah olahraga bagi anak usia dini?
        3.      Aspek apa saja yang menunjang pertumbuhan dan perkembangan?
        4.      Bagaimana menerapkan keterampilan dasar atletik, senam, permainan, dan renang pada anak usia dini?
        5.      Apa saja aplikasi model-model pembelajaran pendidikan jasmani?
        6.      Apa saja evaluasi kuantitatif dan kualitatif yang muncul pada anak?
        7.      Bagaimana cara pengembangan cabang olahraga sesuai minat dan bakat anak usia dini?

        C.  Tujuan

        1. Agar pembaca mengetahui karakteristik anak usia dini,
        2. Agar pembaca mengetahui konsep dasar, nilai-nilai, dan falsafah olahraga bagi anak usia dini,
        3. Agar pembaca mengetahui aspek yang menunjang pertumbuhan dan perkembangan,
        4. Agar pembaca mengetahui bagaimana cara menerapkan keterampilan dasar atletik, senam, permainan, dan renang pada anak usia dini,
        5.  Agar pembaca mengetahui apa saja aplikasi model-model pembelajaran pendidikan jasmani,
        6. Agar pembaca mengetahui apa saja evaluasi kuantitatif dan kualitatif yang muncul pada anak,
        7. Agar pembaca mengetahui bagaimana cara pengembangan cabang olahraga sesuai minat dan bakat anak usia dini.

        BAB II
        PEMBAHASAN


        A.  Hakekat Anak Usia Dini

        Anak usia dini merupakan individu yang berbeda, unik dan memiliki karakteristik tersendiri sesuai dengan tahapan usianya. Maka usia dini merupakan masa keemasan dimana stimulasi seluruh aspek pengembangan berperan penting untuk tugas perkembangan selanjutnya masa awal kehidupan anak merupakan masa terpenting dalam rentang kehidupan seorang anak. Usia dini merupakan usia dimana anak mulai mengenal diri dan lingkungan di sekitarnya oleh karena itu pada masa ini anak harus diberi berbagai stimulus atau rangsangan agar tumbuh kembangnya menjadi baik. Stimulus tersebut dapat berupa pendidikan, dengan pendidikan anak-anak menjadi lebih terarah khususnya dalam hal bermain anak akan diarahkan oleh guru atau pembimbing untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang bermanfaat bagi perkembangan fisik dan mentalnya. Pendidikan usia dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya serta memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan lebih lanjut.

        B.  Karakteristik Anak Usia dini

        Anak usia dini memiliki karakteristik yang khas, baik secara fisik, psikis, sosial, moral dan sebagainya. Masa kanak-kanak juga masa yang paling penting untuk sepanjang usia hidupnya. Sebab masa kanak-kanak adalah masa pembentukan pondasi dan masa kepribadian yang akan menentukan pengalaman anak selanjutnya. Sedemikian pentingnya usia tersebut maka memahami karakteristik anak usia dini menjadi mutlak adanya bila ingin memiliki generasi yang mampu mengembangkan diri secara optimal. Pengalaman yang dialami anak pada usia dini akan berpengaruh kuat terhadap kehidupan selanjutnya. Pengalaman tersebut akan bertahan lama. Bahkan tidak dapat terhapuskan, walaupun bisa hanya tertutupi. Bila suatu saat ada stimulasi yang memancing pengalaman hidup yang pernah dialami maka efek tersebut akan muncul kembali walau dalam bentuk yang berbeda. Beberapa hal menjadi alasan pentingnya memahami karakteristik anak usia dini. Sebagian dari alasan tersebut dapat diuraikan sebagaimana berikut :
        a. Usia dini merupakan usia yang paling penting dalam tahap perkembangan manusia, sebab usia tersebut merupakan periode diletakkannya dasar struktur kepribadian yang dibangun untuk sepanjang hidupnya. Oleh karena itu perlu pendidikan dan pelayanan yang tepat.
        b. Pengalaman awal sangat penting, sebab dasar awal cenderung bertahan dan akan mempengaruhi sikap dan perilaku anak sepanjang hidupnya, disamping itu dasar awal akan cepat berkembang menjadi kebiasaan. Oleh karena itu perlu pemberian pengalaman awal yang positif.
        c. Perkembangan fisik dan mental mengalami kecepatan yang luar biasa, dibanding dengan sepanjang usianya. Bahkan usia 0 – 8 tahun mengalami 80% perkembangan otak dibanding sesudahnya. Oleh karena itu perlu stimulasi fisik dan mental.
        Ada banyak hal yang diperoleh dengan memahami karakteristik anak usia dini antara lain :
        a. Mengetahui hal-hal yang dibutuhkan oleh anak yang bermanfaat bagi perkembangan hidupnya.
        b. Mengetahui tugas-tugas perkembangan anak sehingga dapat memberikan stimulasi kepada anak agar dapat melaksanakan tugas perkembangan dengan baik.
        c. Mengetahui bagaimana membimbing proses belajar anak pada saat yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.
        d. Menaruh harapan dan tuntutan terhadap anak secara realistis.
        e. Mampu mengembangkan potensi anak secara optimal sesuai dengan keadaan dan kemampuan.

        C.  Perkembangan Anak Usia Dini

        Anak usia dini (0 – 8 tahun) adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Bahkan dikatakan sebagai lompatan perkembangan karena itulah maka usia dini dikatakan sebagai golden age (usia emas) yaitu usia yang sangat berharga dibanding usia-usia selanjutnya. Usia tersebut merupakan fase kehidupan yang unik. Secara lebih rinci akan diuraikan karakteristik anak usia dini sebagai berikut :
        1.  Usia 0 – 1 tahun
        Pada masa bayi perkembangan fisik mengalami kecepatan luar biasa, paling cepat dibanding usia selanjutnya. Berbagai kemampuan dan ketrampilan dasar dipelajari anak pada usia ini. Beberapa karakteristik anak usia bayi dapat dijelaskan antara lain :
        a. Mempelajari ketrampilan motorik mulai dari berguling, merangkak, duduk, berdiri dan berjalan.
        b. Mempelajari ketrampilan menggunakan panca indera, seperti melihat atau mengamati, meraba, mendengar, mencium dan mengecap dengan memasukkan setiap benda ke mulutnya.
        c. Mempelajari komunikasi sosial. Bayi yang baru lahir telah siap melaksanakan kontrak sosial dengan lingkungannya. Komunikasi responsif dari orang dewasa akan mendorong dan memperluas respon verbal dan non verbal bayi.
        2.  Anak usia 2 – 3 tahun
        Berbagai kemampuan dan ketrampilan dasar tersebut merupakan modal penting bagi anak untuk menjalani proses perkembangan selanjutnya. Anak pada usia ini memiliki beberapa kesamaan karakteristik dengan masa sebelumnya. Secara fisik anak masih mengalami pertumbuhan yang pesat.
        Beberapa karakteristik anak usia 2 – 3 tahun antara lain :
        a. Anak sangat aktif mengeksplorasi benda-benda yang ada di sekitarnya. Ia memiliki kekuatan observasi yang tajam dan keinginan belajar yang luar biasa. Eksplorasi yang dilakukan oleh anak terhadap benda-benda apa saja yang ditemui merupakan proses belajar yang sangat efektif. Motivasi belajar anak pada usia tersebut menempati grafik tertinggi dibanding sepanjang usianya bila tidak ada hambatan dari lingkungan.
        b. Anak mulai mengembangkan kemampuan berbahasa. Diawali dengan berceloteh, kemudian satu dua kata dan kalimat yang belum jelas maknanya. Anak terus belajar dan berkomunikasi, memahami pembicaraan orang lain dan belajar mengungkapkan isi hati dan pikiran.
        c. Anak mulai belajar mengembangkan emosi. Perkembangan emosi anak didasarkan pada bagaimana lingkungan memperlakukan dia. Sebab emosi bukan ditemukan oleh bawaan namun lebih banyak pada lingkungan.
        3.  Anak usia 4 – 6 tahun
        Pada usia ini anak memiliki karakteristik antara lain :
        a. Berkaitan dengan perkembangan fisik, anak sangat aktif melakukan berbagai kegiatan. Hal ini bermanfaat untuk mengembangkan otot-otot kecil maupun besar.
        b. Perkembangan bahasa juga semakin baik. Anak sudah mampu memahami pembicaraan orang lain dan mampu mengungkapkan pikirannya dalam batas-batas tertentu.
        c. Perkembangan kognitif (daya pikir) sangat pesat, ditunjukkan dengan rasa ingin tahu anak yang luar biasa terhadap lingkungan sekitar. Hal itu terlihat dari seringnya anak menanyakan segala sesuatu yang dilihat.
        d. Bentuk permainan anak masih bersifat individu, bukan permainan sosial. Walaupun aktifitas bermain dilakukan anak secara bersama.
        4.  Anak usia 7 – 8 tahun
        Beberapa karakteristik anak usia 7 – 8 tahun, antara lain :
        a. Perkembangan kognitif anak masih berada pada masa yang cepat. Dari segi kemampuan, secara kognitif anak sudah mampu berpikir bagian per bagian. Artinya anak sudah mampu berpikir analisis dan sintesis, deduktif dan induktif.
        b. Perkembangan sosial anak mulai ingin melepaskan diri dari otoritas orangtuanya. Hal ini ditunjukkan dengan kecenderungan anak untuk selalu bermain di luar rumah bergaul dengan teman sebaya.
        c. Anak mulai menyukai permainan sosial. Bentuk permainan yang melibatkan banyak orang dengan saling berinteraksi.
        d. Perkembangan emosi anak sudah mulai terbentuk dan tampak sebagai bagian dari kepribadian anak. Walaupun pada usia ini masih pada taraf pembentukan, namun pengalaman anak sebenarnya telah menampakkan hasil.

        D.  Konsep Dasar, Nilai-Nilai dan Dasar Falsafah  Olahraga  Bagi Anak Usia Dini

        Dalam olahraga usia dini, target yang harus dicapai anak adalah menerapkan sebaik mungkin keterampilan dan kemampuan yang sudah dilatih ke dalam pertandingan. Adalah besarnya usaha dan peningkatan pribadi yang seharusnya dihargai dan menjadi target bagi setiap anak, bukannya semata-mata mencapai kemenangan dalam pertandingan. Tujuan melibatkan anak dalam aktivitas olahraga adalah sebagai pengenalan pengalaman berolahraga, meningkatkan ketrampilan fisik, membangun kepercayaan diri.
        Dalam masa ini, yang diperlukan anak adalah kegembiraan dalam melakukan latihan olahraga. Oleh karena itu pelatihnya tidak perlu menekankan pada penguasaan teknik atau peraturan pertandingan. Pujian atau hadiah diberikan kepada usaha yang dilakukan anak, bukan terhadap hasil akhir. Disini perlu ditanamkan perasaan “mencapai sukses” bukan hanya sebagai juara, tetapi juga sebagai partisipan. Oleh karena itu, penting sekali di masa awal ini setiap partisipan dalam suatu kejuaraan bisa mendapatkan penghargaan. Persiapan mental dalam menghadapi pertandingan juga merupakan hal yang perlu diperhatikan. Utamanya anak perlu dibiasakan berfikir positif, diberi keyakinan bahwa dalam pertandingan nanti dirinya mampu menampilkan keterampilan yang telah dilatihnya.
        Idealnya, sesuai dengan pandangan hidup (filsafat) dan konsep pendidikan jasmani yang kita anut, pembinaan olahraga usia dini itu diarahkan pada pengenalan dan penguasaan keterampilan dasar suatu cabang olahraga yang dilengkapi dengan pengembangan keterampilan serta kemampuan fisik yang bersifat umum. Sementara itu, dalam konteks pendidikan jasmani, seperti pada kelas-kelas awal, penekanannya pada pengembangan keterampilan gerak secara menyeluruh.
        Dari naluri mendidiknya Ki Hajar Dewantara, mengatakan beliau sangat menyakini bahwa suasana pendidikan yang baik dan tepat adalah dalam suasana kekeluargaan dan dengan prinsip asih(mengasihi), asah(memahirkan), dan asuh(membimbing). Tiga aspek tersebut akan memberi corak bagi seorang anak terhadap prilaku (behavior), sikap (attitude) dan nilai (velue). Seperti halnya teoriKarl Groos, Yang teorinya bernama teori biologis mengatakan “ Anak-anak bermain oleh karena anak-anak harus mempersiapkan diri dengan tenaga dan pikirannya untuk masa depanya. Seperti halnya dengan anak-anak binatang, yang bermain sebagai latihan mencari nafkah, maka anak manusia pun bermain untuk melatih organ-organ jasmani dan rohaninya untuk menghadapi masa depanya.
        Dilihat dari aspek biologis, olahraga anak usia dini masih dalam taraf mengembangkan aspek-aspek kebugaran jasmani ( menguatkan jantung, tulang dan otot ) serta merangsang tumbuh kembang anak secara optimal. Olahraga anak usia dini selayaknya dikemas menjadi suatu permainan olahraga yang selain mengembangkan aspek-aspek tersebut juga mengembangkan aspek psikososial, yaitu mengembangkan nilai-nilai diri anak secara positif, menuju pembangunan karakter yang sportif, dinamis, kreatif, penuh  toleransi, jujur, dan bertanggung jawab.
        Konsep “Nation and Character Building” melalui Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan sebagai konsep dasar pembentukan karakter anak bertumpu pada pemberdayaan anak melalui jalur pendidikan atau kegiatan olahraga disekolah.
        Pembentukan karakter dalam pembelajaran penjasorkes ini antara lain :
        a. Pembentukan fisik yang sehat, bugar, tangguh, unggul dan berdaya saing.
        b. Pembentukan mental berupa sportifitas, demokratis, toleran dan disiplin.
        c. Pembentukan moral menjadi lebih tanggap, peka, jujur dan tulus.
        ·         Pembentukan kemampuan social, yaitu mampu bersaing, bekerjasama, berdisiplin, bersahabat, dan berkebangsaan.
        Ahli kesehatan sepakat bahwa olahraga dapat meningkatkan kebugaranjasmani yang ditandai dengan meningkatnya fungsi jantung, pembuluh darah,sirkulasi darah, sistem pernafasan dan proses metabolisme, serta kemampuantubuh untuk menangkal bermacam- macam penyakit baik yang disebabkan oleh infeksi maupun bukan karena infeksi. Olahraga juga dapat mengurangi gejala gangguan psikis, misalnya tekanan jiwa (stress) dan ketegangan jiwa (anxiety). Dengan melakukan aktivitas olahraga yang menantang, apabila seseorang mampumengatasi tantangan tersebut, akan muncul suatu kepuasan, dan rasa puas ini akan mengurangi ketegangan jiwa.
        Anak usia dini sebagai warga negara dan calon generasi penerus bangsajuga berhak mendapatkan pelayanan olahraga yang memadai sebagai saranatumbuh kembang demi kesempurnaan perkembangan dan pertumbuhannya.Pemenuhan kebutuhan akan kegiatan olahraga bagi anak prasekolah maupun saat sekolah melalui pemberian Pelajaran Penjasorkes. Hal ini berguna demipertumbuhan dan perkembangan organ- organ tubuh tersebut secara baik dan optimal. Kondisi jasmani yang baik merupakan modal utama untuk mengembangkan potensi diri yang lain. Dapat dibayangkan apa jadinya apabilaseorang anak mengalami gangguan fungsi organ tubuh misalnya jantung, paru-paru, atau organ tubuh yang lain, tentu saja anak-anak tersebut akan mengalamihambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak. Penjasorkes (physical education) memberikan kebutuhan gerak bagi anak prasekolah dan saat sekolah. Aktivitas olahraga sangat penting bagi anak-anak karena mempunyai banyak manfaat di antaranya adalah untuk memacu pertumbuhan dan perkembangan organorgan tubuh termasuk juga otak, meningkatkan daya tahan tubuh terhadappenyakit (imun), mempunyai fungsi rehabilitasi atau menormalkan kecacatan.
        Anak-anak yang mengalami hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak, maka organ tubuh ini tidak akan dapat berfungsi secara baik. Otak berfungsi sebagai pusat segala koordinasi organ tubuh, dan juga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh manusia lainnya, sehingga apabila terjadi gangguan pada otak, maka kecerdasan menjadi lemah, bahkan dapat mengalami keterlambatan mental.
        Berikut ini  kajian tentang kepelatihan anak usia dini yang diperlukan oleh para pelatih untuk menangani atlet usia dini, yaitu mengenai :
        ·         Mempersiapkan untuk melatih anak usia dini secara efektif.
        ·         Pemahaman pelatih bahwa pelatihan untuk anak usia dini bertujuan untuk :
        a)      Memperoleh kesenangan.
        b)      Persahabatan atau memperoleh teman baru.
        c)      Perasaan nyaman.
        d)     Belajar keterampilan baru.
        a. Memberi gambaran tentang macam olahraga untuk anak-anak.
        b. Memodifikasi olahraga.

        E.  Aspek Pertumbuhan dan Perkembangan Jasmani

        Pertumbuhan dan perkembangan memiliki pengertian yang berbeda. Pertumbuhan mempunyai pengertian bertambahnya volume/ukuran organ tubuh,sedang perkembangan adalah semakin meningkatnya fungsi organ-organ tubuh. Pengalaman yang diperoleh masa kanak-kanak tidak akan hilang dan akan berpengaruh terhadap tingkah laku saat usia telah dewasa. Sebagai contoh, anak yang dilatih belajar keras sejak kecil, gigih meraih cita-cita, nanti setelah dewasa akan menjadi orang yang gigih, ulet, dan menjadi pekerja keras. Demikian jugasebaliknya, masa anak-anak dididik dengan kemanjaan, segalanya serba mudahdan enak, maka setelah dewasa sulit menjadi orang yang mandiri dan selalubergantung pada orang lain. Menurut Eliyawati (2005:18), karakteristik anak usia dini yang menonjol dalam kaitannya dengan aktifitas belajar di antaranya adalah bersifat unik, egosentris, aktif dan energik, eksploratif dan berjiwa bertualang, ekspresi perilakunya relatif spontan, kaya dan senang dengan fantasi/daya kayal, mudah frustasi, kurang pertimbangan, daya perhatiannya pendek, gairah untukbelajar dan banyak belajar dari pengalaman dan semakin menunjukkan minatterhadap teman.
        Usia terbaik untuk melakukan stimulasi pada anak adalah sedini mungkin. Hasil yang optimal akan didapat bila anak sudah diberikan rangsangan tumbuh kembang saat ia masih di dalam kandungan usia 4 bulan dan setelah lahir hingga ia berusia 6 tahun. Namun pemberian rangsangan tumbuh kembang perlu dilanjutkan setelah anak berusia 6 tahun hingga usia 8 tahun. Tumbuh kembang menekankan pada 4 aspek kemampuan dasar anak yang perlu mendapatkan rangsangan yaitu: kemampuan gerak kasar, kemampuan gerak halus, kemampuan bicara dan berbahasa, serta kemampuan bersosialisasi (berinteraksi) dan kemandirian.
        Perkembangan kemampuan fisik pada anak kecil bisa diidentifikasikan dalam beberapa hal. Sifat-sifat perkembangan fisik yang dapat diamati adalah sebagai berikut:
        1)      Terjadi perkembangan otot-otot besar cukup cepat pada 2 tahun terakhirmasa anak kecil. Hal ini memungkinkan anak melakukan berbagai gerakanyang lebih leluasa yang kemudian bisa dilakukannya bermacam-macamketrampilan gerak dasar. Beberapa macam gerak dasar misalnya: berlari,meloncat, berjengket, melempar, menangkap, dan memukul berkembangsecara bersamaan tetapi dengan irama perkembangan yang berlainan. Adayang lebih cepat dikuasai dan ada yang baru dikuasai kemudian.
        2)      Dengan berkembangnya otot-otot besar, terjadi pulalah perkembangankekuatan yang cukup cepat, baik pada anak laki-laki maupun perempuan.Antara usia 3 sampai 6 tahun terjadi peningkatan kekuatan sampai mencapai lebih kurang 65%.
        3)      Pertumbuhan kaki dan tangan secara proporsional lebih cepat dibandingpertumbuhan bagian tubuh yang lain, menghasilkan peningkatan daya ungkit yang lebih besar di dalam melakukan gerakan yang melibatkan tangan dan kaki. Daya ungkit yang makin besar akan meningkatkan kecepatan dalam bergerak. Hal ini sangat menunjang terbentuknya bermacam-macam ketrampilan gerak dasar.
        4)      Terjadi peningkatan koordinasi gerak dan keseimbangan tubuh yang cukupcepat. Koordinasi gerak yang meningkat dan disertai dengan daya ungkit kaki dan tangan yang makin besar, menjadikan anak makin mampu menggunakan kekuatannya di dalam melakukan aktivitas fisik. Sedangkan meningkatnya keseimbangan tubuh meningkatkan pula keleluasaan rentangan gerak dalam melakukan gerakan ketrampilan.
        5)      Meningkatnya kemungkinan dan kesempatan melakukan berbagai macamaktivitas gerak fisik bisa merangsang perkembangan pengenalan konsepkonsep dasar objek, ruang, gaya, waktu dan sebab-akibat. Melalui gerakan fisik anak kecil mulai mengenali konsep dasar objek yang berada di luar dirinya.

        F.   Keterampilan dan Renang Dasar Atletik, Permainan, Senam

        Atletik adalah suatu cabang olah raga yang meliputi nomor-nomor jalan, lari, lompat dan lempar. Anak-anak didalam kehidupannya hampir dari sebagian waktunya dihabiskan untuk bermain, dengan melakukan berbagai bentuk gerakan berjalan, berlari, melompat, dan melempar. Anak dikelas permulaan Sekolah Dasar (SD) akan merasa senang bila mendapatkan pelajaran yang telah diketahui sebelumnya seperti lari dan bermain, mereka akan lebih tertarik dan terampil di dalam melakukannya. Oleh karena itu bentuk-bentuk gerakan dasar atletik perlu ditanamkan kepada anak-anak kelas permulaan SD. Anak-anak dapat mengembangkan dan meningkatkan kemampuan keterampilan gerakan dasar atletik tersebut. Karena itu kepada anak-anak perlu ditanamkan, berbagai cara melakukan gerakan dasar atletik yang benar seperti gerakan jalan, lari dan lompat.
        Setiap anak menyukai air. Mereka umumnya gemar bermain air saat dimandikan di kamar mandi, di kolam renang, di tepian air terjun, bahkan di pantai. Oleh sebab itu, penting mengajari anak untuk lebih mengenal air sejak dini agar terhindar dari bencana.
        Secara alamiah anak memang tertarik pada air, terutama dalam hamparan yang luas seperti kolam renang dan laut. Namun, menurut seorang instruktur renang, reaksi anak terhadap air sangatlah berbeda-beda, bergantung pada usianya.
        Saat mereka masih kecil, mereka masih takut membenamkan diri lebih dalam di air. Mereka umumnya lebih senang bermain di air hanya sebatas mata kaki saja. Sebenarnya, ketika anak telah berusia dua tahun, orangtua dapat mulai melatih mereka berenang. Caranya, bawa mereka ke kolam dan pegang badannya sehingga mereka bisa menendang atau memukul-mukul air dengan tangan dan kakinya.
        Dan ketika anak tersebut telah memasuki usia empat tahun dan telah cukup familiar dengan air, mereka bisa belajar menahan dan mengatur napas serta mengambang, misalnya olahraga air maupun belajar menyelam. Dengan demikian, ketika memasuki usia enam tahun, sudah siap untuk belajar berenang/kursus menyelam secara formal, semisal scuba diving, atau teknik menyelam yang benar.
        Kolam renang merupakan tempat yang paling baik bagi pemula yang ingin belajar renang. Sebab, di tempat itu tidak ditemui elemen yang bisa membahayakan seperti lubang yang dalam, arus air yang deras, atau batu-batuan yang tajam.
        Alasan utama terjadinya kecelakaan di air adalah panik. Situasi seperti ini pasti dialami siapa pun yang tidak menguasai ilmu renang atau minim belajar diving, kurang mengenal olahraga air. Menit-menit pertama menyadari kakinya tidak menyentuh permukaan, mereka langsung lupa bahwa tubuh manusia itu dapat mengambang dengan sendirinya di atas air dalam keadaan santai.
        Berenang adalah satu keahlian yang paling penting yang dapat ditanamkan pada anak sejak kecil. Orangtua yang tidak bisa renang atau takut terhadap air harus dapat mengatasi emosinya saat mendampingi anak belajar berenang maupun kursus menyelam. Jika tidak, hal tersebut dapat berpengaruh negatif terhadap anak sehingga mereka pun merasa cemas pula saat belajar menyelam.
        Seifert, Hoffnung (1987:322) menyatakan bahwa bermain adalah duniaanak-anak yang berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang. Pada usia enam tahun, kemampuan motoriknya sudah mulai berkembang lebih kompleks, yaitu dapat berjalan dengan berbagai variasi kecepatan, loncat, menggeser,memanjat, memindahkan sesuatu dengan tepat, berdiri satu kaki, menangkapbola, dan menggambar sesuatu, maka latihan yang sesuai dengan ketrampilan tersebut dapat dilakukan.
        Senam merupakan salah satu kegiatan yang dapat merangsang perkembangan fisik motorik anak usia dini. Senam dengan diiringi musik dan lagu menjadikan kecerdasan musik anak pun turut terbina.
        Disisi lain, melalui kegiatan senam PAUD ceria diharapkan kecerdasan majemuk yang dimiliki anak dapat berkembang pula, dengan demikian anak-anak yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia dapat diwujudkan. Disamping untuk mengembangkan potensi anak, dengan membiasakan anak-anak untuk berolah raga (senam) sejak dini, diharapkan nantinya anak-anak gemar berolah raga, mengingat olah raga merupakan salah hal yang sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh.
        Aktivitas olahraga yang baik untuk anak usia dini mempunyai karakteristik:
        a. Memberi bermacam-macam pengalaman gerak (multilateral training) dalambentuk permainan dan perlombaan.
        b. Merangsang perkembangan seluruh panca indra.
        c. Mengembangkan imajinasi/fantasi.
        d. Bergerak mengikuti irama/lagu atau cerita. Namun demikian, dari karakteristik olahraga untuk anak usia dini tersebut diusahakan dikemas dalam bentuk permainan/perlombaan agar anak marasa tertarik danmendapatkan kesenangan.

        G. Aplikasi Pembelajaran Pendidikan Jasmani Model-Model

        Dengan aktif bergerak mengikuti permainan itu kebugaran jasmani akan meningkat. Pengertian dari memberikan pengalaman gerak yang bermacam-macam (multilateral training) adalah anak-anak diberi kesempatan mengalami berbagai macam pengalaman gerak yang berbeda- beda, misalnya: memanjat, merangkak, merayap, mengguling, meluncur, melompat, menggantung, bermaindi air, menarik, mendorong, berjalan dengan tangan, dan sebagainya. Pengalamangerak yang bermacam-macan ini dapat menggunakan alat maupun di alam terbuka.
        Contoh latihan keseimbangan di alam terbuka adalah dengan cara melakukan gerak berjalan/berlari di pematang sawah, berjalan di atas jembatan bambu , latihan berjalan di ketinggian tertentu, dan sebagainya. Latihan memanjat dilakukan dengan cara memanjat pohon mangga, memanjat pohon jambu, memanjat tangga, memanjat tali, memanjat pagar, memanjat dinding/tebing, dan sebagainya.
        Demikian juga keterampilan gerak yang lain, seperti tersebut di atas dapat dilatih dengan menggunakan alat maupun di alam terbuka. Penting untuk diperhatikan bagi pendidik/orang tua jangan terlalu banyak melarang kebebasan bermain anak-anak ini karena alasan kasih sayang atau perlindungan terhadap anak. Apabila larangan ini sering dilakukan maka anak-anak akan mengalami kekurangan pengalaman gerak, padahal pengalaman gerak pada masa anakanak(childhood) akan sangat besar pengaruhnya terhadap keterampilan gerak pada masa dewasa (adulthood).  
        Aktivitas olahraga untuk mengembangkan fungsi panca indera di antaranya adalah:
        ·    Indera penglihatan, dengan permainan hijau-hitam, permainan pengemudi jenius menggunakan alat bantu berbagai macam bendera yang berbeda-beda warna, permainan pengemudi jenius dengan alat bantu bermacam- macam benda yang berbeda-beda bentuk, dan sebagainya, dan setiap warna/bentuk mempunyai tugas gerak yang berbeda pula;
        ·         Indera pendengaran, dengan permainan Si Buta mencari anak, bermain sepak bola dengan bola dapat berbunyi dengan mata tertutup, permainan informasi bersambung/ estafet, dan sebagainya;
        ·         Indera penciuman, dengan permainan Penciuman Ajaib mempergunakan alatbantu berupa berbagai macam benda dengan aroma yang berbeda-beda, dansetiap aroma mempunyai tugas gerak yang berbeda;
        ·         Indera peraba, dengan permainan pembebasan sandera yakni dengan berbagai macam jenis sentuhan pada bagian tubuh yang berbeda- beda, dan setiap jenis sentuhan mempunyai tugas gerak yang berbeda pula;
        ·         Indera perasa, dengan permainan Lidah Sakti, yakni dengan mempergunakanalat bantu bermacam-macam makanan yang memiliki rasa yang berbeda-beda, dan setiap rasa mempunyai tugas gerak yang berbeda pula.
        Guru Penjasorkes harus pandai berkreasi membuat permainan untuk tujuan mengembangkan panca indera. Hal ini penting karena indera adalah ujung tobak seseorang dalam menerima rangsang (stimulus), kesalahan memahamirangsangan maka akan salah juga dalam memberi tanggapan (respon). Aktivitas olahraga untuk mengembangkan fantasi/imajinasi, misalnya dengan lomba lari estafet membentuk gambar tertentu dengan puzzel, menggambar dengan cara estafet, lomba lari estafet dengan membentuk bentuk tertentu, misalnya rumah, meja, sandaran papan tulis dengan alat bantu potongan pipa atau potongan balok, dan sebagainya.
        Aktivitas olahraga untuk mengembangkan imajinasi dapat juga berupamenirukan gerak hewan, alam, dan benda mati lainnya misalnya: permainanmenjadi patung, musang memburu anak ayam, menjala ikan, perubahan wujud benda, permainan tanggap bencana, dan lain-lain.
        Aktivitas olahraga dengan mengikuti irama/lagu, di antaranya adalahdengan menyanyikan lagu “Naik-naik kepuncak gunung” siswa melakukan gerak seperti yang terdapat dalam lirik lagu misalnya lirik ‘naik-naik’ siswa melangkah dengan angkatan paha tinggi, guru dapat membubuhi dengan cerita di depan ada parit mari melompat, jalan jinjit, dan sebagainya. Lagu ‘pergi ke hutan’ setelah menyebut nama hewan tertentu misalnya kera, setelah sampai lirik “beginilah jalannya, beginilah jalannya” maka siswa melakukan gerakan seperti gerak binatang kera, guru dapat menambah dengan cerita untuk menambah tugas gerak yang harus dilakukan siswa.
        Untuk pembelajaran aktivitas olahraga dengan metode ini guru dituntut untuk kaya akan imajinasi dan pandai membuat cerita menarik agar siswa mau melakukan tugas gerak tanpa keterpaksaan.

        H.  Evaluasi Kuantitatif dan Kualitatif

        Evaluasi gerak  ini bertujuan untuk memberi makna dari hasil yang telah  diraih  oleh individu.  Dalam  mengevaluasi  keterampilan  individu, nampaknya  tidak harus selalu diberikan dalam bentuk kuantitatif  (angka) semata,  tetapi  dapat  juga  diberikan  dalam  bentuk  uraikan (kualitatif).  Hal  ini dilakukan  apabila  angka  yang muncul  dalam  penilaian  akan  berdampak psikologis  yang  dapat  membuat  individu  menjadi  tidak  menyukai perlakuan yang  diberikan  oleh  evaluator  (orang  yang  mengevaluasi). 
        Maka  dari  itu  pelaksanaan  evaluasi  harus  bersifat  fleksibel  dan  akan selalu  bergantung  pada  kebutuhan  pengambil  keputusan. Khususnya untuk  mengevaluasi  anak  usia  dini,  pendekatan  kualitatif  lebih  tepat dilakukan agar hasilnya tidak mengganggu pada proses pertumbuhan dan perkembangannya  ke depan. Karena disinyalir kondisi mereka lebih sensitif  dalam  setiap  langkahnya,  untuk  itu  perlu  kehati-hatian  dalam mengambil sebuah keputusannya. Hal-hal  yang  perlu  diperhatikan  dalam melakukan  evaluasi  gerak 
        adalah  proses  dan  hasil.  Proses  artinya  kegiatan  yang  berhubungan dengan upaya interaksi anak dengan guru, orang tua, atau lingkungannya. 
        Sedangkan  hasil  adalah  sesuatu  yang  dicapai  anak  setelah  proses   6.5 pembelajaran berakhir. Jadi pada dasarnya  tujuan evaluasi adalah untuk menghasilkan  informasi  yang  diperlukan  dalam  menjawab  berbagai persoalan  yang  sedang  dihadapi  termasuk  dalam  hal  perkembangan motorik.

        I.     Pengembangan Cabang Olahraga Sesuai Bakat Minat Anak Usia Dini

        Setelah anak berusia 5 tahun, mereka mulai dapat dikenalkan dengan jenis olahraga permainan yang lebih kompleks, yang melibatkan kerjasama dan kompetisi. Namun perlu diperhatikan disini, kompetisi dimaksud haruslah tetap berada dalam konteks bermain. Untuk mulai menerapkan olahraga yang memiliki aturan formal, sebaiknya tunggu sampai anak berusia 8 atau 9 tahun. Dalam olahraga kompetitif, pemain bukan hanya berusaha mencapai targetnya tapi juga berusaha mencegah lawan mencapai target mereka. Hal ini melibatkan konflik langsung yang seringkali diikuti dengan agresivitas dalam usahanya mencegah lawan mencapai sukses.
        Dalam olahraga usia dini, target yang harus dicapai anak adalah menerapkan sebaik mungkin keterampilan dan kemampuan yang sudah dilatih ke dalam pertandingan. Adalah besarnya usaha dan peningkatan pribadi yang seharusnya dihargai dan menjadi target bagi setiap anak, bukannya semata-mata mencapai kemenangan dalam pertandingan. Dalam masa ini, yang diperlukan anak adalah kegembiraan dalam melakukan latihan olahraga. Setelah mereka beranjak dewasa baru lah diberikan latihan-latihan sesuai dengan proporsinya. Peranan Olahraga usia dini sebagai pembentuk dasar dalam membina atlit usia lanjut, dan diharapkan dapat meningkatkan prestasi Olahraga Nasional maupun Internasional.

        J.    Manfaat Olahraga Bagi Anak Usia Dini

        Olahraga tak hanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan menurunkan berat badan bagi orang dewasa. Selebihnya, olahraga juga punya segudang manfaat untuk anak-anak, antara lain:
        1.      Meningkatkan kesehatan
        Para peneliti di Centers for Disease Control mengungkapkan, salah satu masalah yang dialami anak-anak di Amerika adalah obesitas. Masalah kelebihan berat badan ini akan meningkatkan faktor risiko penyakit diabetes dan darah tinggi tiga kali lipat saat dewasa. Salah satu cara yang paling dianjurkan untuk mencegahnya adalah dengan berolahraga. Aktivitas fisik ini akan membantu membakar kalori yang tak dibutuhkan tubuh, dan mencegah obesitas.
        2.      Meningkatkan kecerdasan
        Menurut para peneliti di Michigan State University's Institute, anak yang gemar berolahraga terbukti lebih cerdas dibandingkan yang tidak. Mereka mengungkapkan, olahraga bisa membantu mengajarkan anak untuk konsentrasi pada tugas, dan mengatur waktu lebih efektif.
        3.      Bersikap lebih sportif
        Kalah dan menang merupakan hal yang biasa dalam permainan. Namun dalam olahraga, mereka diajarkan untuk bisa menghargai kalah dan menang dengan sportif. Mereka bisa berjabat tangan dengan lawannya, tidak peduli apa pun hasil pertandingannya. Ketika dewasa, sikap sportif ini akan terbawa dan membuat mereka lebih menghargai teman dan berusaha melakukan yang terbaik dan sportif.
        4.      Sarana sosialisasi
        Olahraga bisa menjadi sebuah jaringan sosial instan bagi anak-anak. Bagi anak-anak yang cenderung tertutup dan minder, olahraga bisa jadi cara yang baik untuk meningkatkan kepercayaan diri dan pergaulan mereka. Tim olahraga menawarkan persahabatan dan kekompakan antaranggota, dan ini akan membantu anak untuk menjalin persahabatan.
        5.      Membangun percaya diri
        Olahraga bisa membantu meningkatkan kepercayaan diri anak, apalagi jika mereka bisa menghasilkan sebuah prestasi. Olahraga memberikan kesempatan anak untuk belajar, berprestasi, dan berpikir positif tentang diri sendiri melalui pengembangan keterampilan. Aktivitas fisik ini akan menumbuhkan citra diri yang sehat dan penilaian positif terhadap diri sendiri.
        6.      Mengajarkan kerjasama
        Beberapa jenis olahraga berkelompok seperti sepakbola membutuhkan kerjasama tim yang baik. Olahraga akan membantu anak untuk bisa bekerjasama dengan anggota lain, memahami aturan, dan mendengarkan pelatih agar berprestasi. Menjadi bagian dari kelompok dan belajar melakukan apa yang terbaik untuk tim menjadi salah satu manfaat berolahraga.
        7.      Membantu menentukan target
        Dalam olahraga, target akhir yang ingin dicapai adalah membawa pulang piala kejuaraan, memenangkan turnamen, dan mencetak skor maksimal. Namun, sebelum meraih itu semua, para pemain harus menguasai teknik dasar dan keterampilan olahraga. Melalui proses ini, olahraga memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak untuk menentukan tujuan jangka panjang dan pendek dalam hidup mereka.
        8.      Membina ketekunan
        Anak-anak yang mengikuti berbagai kelas olahraga pasti punya kata-kata tertentu untuk menyemangati dirinya sendiri. Dan kata-kata ini biasanya  terbawa untuk menyemangati dirinya saat gagal melakukan berbagai hal. Anak yang gemar berolahraga sudah terlatih untuk menghadapi luka, kekecewaan, dan kekalahan. Mereka diajarkan untuk menghadapi kegagalan mereka dengan tenang, dan berusaha lebih tekun di pertandingan berikutnya.
        9.      Menghindarkan tindak kriminalitas
        Kosongnya beberapa jam di sore hari tak jarang membuat anak cepat bosan. Daripada keluyuran tak jelas, sebaiknya ajak mereka berolahraga karena hal ini bisa menghindarkan mereka dari pergaulan tidak benar, dan juga tindak kriminal.
        10.  Memberi kebahagiaan
        Bagaimanapun juga, olahraga adalah permainan. Permainan bertujuan untuk memberikan kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Sebagai langkah awal memperkenalkan olahraga pada anak, ajak mereka berlari, melompat, melempar, menangkap, menyelam, berenang, dan lain-lain. Lakukan ini agar mereka tahu bahwa olahraga itu menyenangkan, sehingga lebih mudah membuat mereka berolahraga.

        BAB III
        PENUTUP

        A.  Kesimpulan

        Usia dini adalah usia yang paling baik untuk memacu tumbuh kembang anak agar pertumbuhan dan perkembangannya menjadi optimal. Tumbuh kembang menekankan pada 4 aspek kemampuan dasar anak yang perlu mendapatkan rangsangan yaitu: kemampuan gerak kasar, kemampuan gerak halus,kemampuan bicara dan berbahasa, serta kemampuan bersosialisasi (berinteraksi) dan kemandirian. Motorik anak perlu dilatih agar dapat berkembang dengan baik. Perkembangan motorik anak berhubungan erat dengan kondisi fisik dan intelektual anak. Faktor gizi, pola pengasuhan anak, dan lingkungan ikut berperan dalamperkembangan motorik anak. setelah anak meguasai pola dasar gerak dengan baik anak mulai dapat dikenalkan dengan jenis olahraga permainan yang lebih kompleks, yang melibatkan kerjasama dan kompetisi. Dalam masa ini, yang diperlukan anak adalah kegembiraan dalam melakukan latihan olahraga. Setelah mereka beranjak dewasa barulah diberikan latihan-latihan sesuai dengan proporsinya.
        Peranan olahraga usia dini sebagai pembentuk dasar dalam membina atlit usia lanjut, dan Evaluasi gerak  ini bertujuan untuk memberi makna dari hasil yang telah  diraih  oleh individu.  Dalam  mengevaluasi  keterampilan  individu, nampaknya  tidak harus selalu diberikan dalam bentuk kuantitatif  (angka) semata,  tetapi  dapat  juga  diberikan  dalam  bentuk  uraikan (kualitatif). diharapkan dapat meningkatkan prestasi olahraga nasional maupun internasional.
        Dalam olahraga usia dini, target yang harus dicapai anak adalah menerapkan sebaik mungkin keterampilan dan kemampuan yang sudah dilatih ke dalam pertandingan. Adalah besarnya usaha dan peningkatan pribadi yang seharusnya dihargai dan menjadi target bagi setiap anak, bukannya semata-mata mencapai kemenangan dalam pertandingan. Dalam masa ini, yang diperlukan anak adalah kegembiraan dalam melakukan latihan olahraga. Setelah mereka beranjak dewasa baru lah diberikan latihan-latihan sesuai dengan proporsinya. Peranan Olahraga usia dini sebagai pembentuk dasar dalam membina atlit usia lanjut, dan diharapkan dapat meningkatkan prestasi Olahraga Nasional maupun Internasional.

        Semoga bermanfaat ✋